Jumat, 21 November 2008

Wajah Baru Pantai Losari

Foto: Ist

PANTAI Losari sebagai ikon Kota Makassar kini memiliki perwajahan baru dengan anjungannya yang luas. Tidak saja untuk menikmati matahari terbenam (sunset), tapi juga pemandangan lainnya.

Apa saja asyiknya nongkrong di anjungan? Tentu saja banyak, kita bisa merasakan suasana santai dan rileks karena tiupan angin laut yang segar, bisa melihat pemandangan pinggir pantai yang dijejeri jajanan-jajanan ringan, ataupun juga bangunan-bangunan tinggi seperti hotel yang terlihat elegan berdiri menghadap ke pantai.

Sementara, di sisi barat, sudah pastinya pemandangan laut lepas yang terkadang dihiasi dengan berbagai macam objek seperti nelayan di atas sampannya yang siap-siap melempar jaring, kapal selancar atau kapal besar maupun kontainer yang siap-siap berlabuh. Bahkan, beberapa pulau yang masuk jajaran kepulauan spermonde bisa terlihat jelas dari Losari.

Sekarang apa yang bisa kita lakukan di tempat ini? Tidak hanya mulai sekadar duduk-duduk di kursi panjang yang banyak tersedia di anjungan, bisa pula kita berkumpul dengan orang-orang yang sedang beratraksi bola, atau bersenda gurau di selasar anjungan sambil memandangi laut lepas, memancing. Bahkan, bisa juga menikmati perjalanan pendek di sekitar pantai menggunakan perahu komersial yang dikenal dengan nama bebek-bebek (karena bentuknya memang menyerupai bebek).

Hampir semua orang yang datang ke tempat ini memang terlihat ingin menikmati pantai dan segala jenis fasilitas yang disediakan. Mungkin pula bisa dikatakan untuk cuci mata memandangi semua orang yang menyempatkan datang di anjungan.

Setiap hari anjungan ini dipenuhi pengunjung, baik masyarakat setempat maupun pendatang. Bahkan, wisatawan asing yang memilih Makassar sebagai daerah tujuan wisata pasti menempatkan anjungan Losari sebagai tujuan pertama mereka untuk dikunjungi. Hal tersebut diakui Nicky dan Dill, pasangan turis asal Inggris ini terlihat asyik berkeliling dan menikmati sentuhan air laut Losari di salah satu tempat nongkrong paling favorit di anjungan ini.

"Kami senang bisa berlibur di Pulau Sulawesi. Banyak tempat bagus yang kami temui, termasuk Pantai Losari. Di sini adalah tempat hang out yang tepat karena bisa bertemu banyak orang," tutur Nicky.

Sementara Dill mengaku senang bisa menemukan tempat seperti Anjungan Losari yang belum pernah ditemuinya di tempat lain. Di sini orang-orang bisa bersantai dengan lebih leluasa. Bahkan, dia sanggup betah nongkrong sampai pagi di anjungan ini jika mendapat tantangan itu.

Luas anjungan Losari hampir menyamai luas satu lapangan sepak bola sehingga orang-orang bisa leluasa berjalan, berlari ataupun melakukan kegiatan yang lain, seperti memotret dengan banyak pilihan angle. Di tengah-tengah anjungan terdapat tugu pinisi yang melambangkan Makassar sebagai daerah bahari.

Beberapa titik di anjungan ini sengaja ditanami pohon palem untuk memberikan kesan hijau sehingga pengunjung merasa teduh. Selain itu, beberapa deretan tempat duduk yang terbuat dari semen sengaja diletakkan secara tersebar.
Karena itu mengesankan tempat ini memang bisa jadi tempat nongkrong yang asyik di segala sudut.

Di sisi kiri dan kanan anjungan terdapat jalan kecil menurun menuju ke "dermaga terapung". Mereka yang nongkrong di sekitar selasar jalan kecil tersebut pastinya lebih memilih menikmati pemandangan laut daripada sekadar nongkrong di deretan tempat duduk panjang tadi.

Tempat nongkrong paling favorit di anjungan ini pastinya adalah "dermaga terapung". Bentuknya seperti puzzle dan terapung sehingga kalau mengambil posisi berdiri di atas dermaga ini, kita akan ikut terombang-ambing air laut. Di sini pengunjung bisa menikmati langsung laut lepas tanpa batas apa-apa. Bahkan, di pinggiran dermaga, biasanya dipenuhi orang-orang yang duduk-duduk sambil membenamkan kaki di air.

Ada pula yang lebih memilih memancing karena di sini ada penyedia jasa pancingan dengan harga Rp10.000.
Biasanya, aktivitas memancing ini paling banyak dilakukan pengunjung yang memilih nongkrong pada malam hari hingga dini hari.

Bagi yang senang nongkrong sambil menikmati air laut di sekitar bibir pantai, bisa menyewa bebek-bebek untuk berkeliling di sekitar pantai. Harga sewanya pun Rp3.000 per orang.

Biasanya, sekali jalan, bebekbebek ini menampung sampai 8 orang. Biasanya, nongkrong di suatu tempat tidak hanya sekadar nongkrong, juga menikmati camilan dan minuman ringan. Di anjungan Losari, kita bisa sambil menikmati sepiring kecil pisang epe dan soft drink ataupun kacang rebus yang banyak ditawarkan para penjual yang berkeliaran di tempat ini.

Bisa juga menikmati camilan yang sudah dibawa dari rumah sehingga itu sudah bisa menghemat pengeluaran. Namun, kebersihan tentu saja harus tetap dijaga. Usai menikmati makanan, tentu saja sampahnya harus dibuang di tempat sampah yang tersedia.

Hal itulah yang paling sering diserukan petugas anjungan lewat pengeras suara tatkala mendapati suasana anjungan sudah ramai dan penuh dengan aneka makanan dan minuman ringan yang dibawa pengunjung.

Anjungan ini tidak hanya ramai setiap harinya kala sore hari menjelang. Tapi yang paling seru, tentu saja pada Sabtu malam.
Tempat ini pastinya menjadi tujuan utama untuk bermalam Minggu. Apalagi biasanya banyak hiburan yang bisa dijumpai seperti konser musik ataupun ekshibisi.

Bahkan, akan banyak ditemui berbagai macam klub. Antara lain klub motor ataupun mobil dan masih banyak lainnya yang biasanya mengisi malam panjang di sekitar anjungan.
(sindo//tty)
sumber : okezone.com

0 komentar: