Senin, 03 November 2008

Keheningan Kawah Putih

Foto: Corbis

DI Bandung Selatan, terdapat sebuah gunung bernama Gunung Patuha. Dengan ketinggian 2.434 meter di atas permukaan laut (dpl), orang tua dahulu menyebut gunung ini dengan nama Gunung Sepuh.

Gunung tersebut memiliki dua kawah, yaitu Kawah Saat di puncak bagian barat, dan Kawah Putih yang berada di bawahnya pada ketinggian 2.194 meter dpl. Dibandingkan dengan Kawah Saat, Kawah Putih lebih kesohor di telinga masyarakat. Hal itu karena Kawah Putih dijadikan objek wisata utama di kawasan Ciwidey oleh PT Perhutani.



Rasanya sangat tepat jika Kawah Putih dijadikan objek wisata. Saat menuju ke sana, Anda akan mendapatkan pengalaman perjalanan jiwa yang sangat menyenangkan. Bayangkan, udara dingin yang menusuk kulit ketika melintasi jalan menuju Kawah Putih jelas sangat menggoda. Menggoda pengunjung untuk membuka jendela kendaraan dan menyadari kalau Anda sudah menemukan keperawanan alam di Kota Bandung.

Aroma tanah berkolaborasi dengan udara dingin dan biasan cahaya matahari yang menembus sedikit demi sedikit dari rindangnya pepohonan, membuat kita tidak memedulikan liukan jalan yang terkadang terasa sangat tajam itu.

Mencapai pintu gerbang objek wisata Kawah Putih, pengunjung harus merogoh kocek Rp10.000 per orang. Jangan anggap tarif tersebut mahal karena apa yang akan kita temukan di atas nantinya, tidak akan dapat Anda bayarkan dengan uang apa pun. Kurang lebih 10 menit setelah pintu masuk, kita akan menemukan tempat singgah untuk mengistirahatkan kendaraan Anda. Ketika membuka pintu kendaraan, menyingkap jaket erat-erat dan melipat tangan menjadi pemandangan wajib.

Makanya, mampir sesaat di warung- warung yang ada di sana juga menjadi satu hal yang wajib. Ya, hitung- hitung dengan segelas bandrek ataupun kopi susu, pastinya dapat menghangatkan perut Anda.

Setelahnya, mulailah menyusuri ke atas sedikit anak tangga, hingga Anda mencapai satu lapangan kecil yang dipenuhi pedagang yang biasanya menjajakan stroberi ataupun pernak-pernik yang bisa Anda bawa pulang sebagai buah tangan seperti syal ataupun sekadar kaus.

Di sisi lain lapangan, Anda akan menemukan anak tangga yang menurun. Tidak curam, hanya memang Anda harus berhati-hati karena beberapa tangga yang sudah terkikis. Menuju akhir dari anak tangga itu, Anda sudah bisa mengintip hamparan air berwarna hijau tergradasi biru yang akan membuat Anda menaikkan kecepatan kaki Anda untuk segera mendekati permadani air itu.

Menyaksikan Kawah Putih dari dekat membuat Anda ingin merekam apa yang Anda lihat dan rasakan di sana. Aroma belerang yang cukup menyengat bukan menjadi halangan bagi Anda yang masih ingin menjelajahi bebatuan yang bisa Anda pijak di hampir semua sisi Kawah Putih.

Bagi sebagi orang, memang bau belerang ini menjadi gangguan karena menyebabkan batuk-batuk. Jika Anda mengitari Kawah Putih, maka Anda akan menemukan pusat aroma belerang selain dari uap kawah. Di sana ada gua buatan sedalam 5 meter yang katanya dulu pernah dijadikan sebagai tambang belerang.

Jika melewati gua tersebut, Anda pasti akan mencium bau belerang yang sangat menyengat. Karena kandungan belerang yang sangat tinggi di sekitar areal itu, pada zaman dulu didirikan pabrik belerang yang diberi nama Zwavel Ontgining Kawah Putih.

Bagi para perekam eksotisme alam, pemandangan asap putih belerang dan hijaunya air kawah serta tebing-tebing kering yang dipadu birunya langit membuat Kawah Putih tidak hanya menjadi objek wisata, juga menjadi tempat andalan bagi para calon pengantin untuk membuat dokumentasi foto pre-wedding.
(sindo//tty)
sumber : okezone.com

0 komentar: